Pendapatan Negara Naik 19 Persen per Juni 2026
Kementerian Keuangan melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 menunjukkan tren yang semakin positif. Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.185 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 19,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Menteri Keuangan menjelaskan bahwa pertumbuhan ini ditopang kuat oleh sektor penerimaan perpajakan yang melonjak hingga 22,1 persen. Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga turut mencatatkan pertumbuhan yang sehat sebesar 19,9 persen. Hal ini mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi domestik terus bergerak produktif di tengah meredanya tekanan dinamika global.
Kondisi ekonomi yang menguat ini juga terlihat dari beberapa indikator penting di masyarakat. Tingkat belanja warga, angka penjualan kendaraan bermotor, hingga konsumsi semen nasional terus meningkat secara signifikan sepanjang semester pertama tahun ini. Berbagai data tersebut mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, inflasi nasional berhasil dikendalikan di angka 3,08 persen, yang berarti masih berada dalam rentang target aman pemerintah dan Bank Indonesia. Pemerintah menegaskan akan terus mengelola APBN secara hati-hati dan adaptif. Langkah ini dilakukan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memastikan stabilitas keuangan negara tetap kredibel di mata investor.