Gaya Hidup

Kota Ramah Pejalan Kaki Kian Dicari, Ini Daftarnya

H Hasna Shavilla Oktaviyanti Terverifikasi Penulis
13 Februari 2026, 22:41 3 menit baca 531x dilihat
Kota Ramah Pejalan Kaki Kian Dicari, Ini Daftarnya
Winnicode Officials

Tren gaya hidup sehat mendorong semakin banyak orang menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian, termasuk saat bepergian. Tidak hanya menyehatkan jantung dan membantu menjaga kebugaran, berjalan kaki juga memberi kesempatan untuk menikmati suasana kota secara lebih dekat. Dari arsitektur, ruang terbuka hijau, hingga interaksi dengan warga lokal, semuanya terasa lebih autentik ketika dijelajahi dengan langkah perlahan.

Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, kota-kota yang memiliki trotoar memadai, kawasan tertata, serta jarak antarobjek wisata yang relatif berdekatan pun kian diminati. Berikut lima kota di Indonesia yang dikenal nyaman untuk dieksplorasi dengan berjalan kaki.

1. Bukittinggi

Sebagai kota yang tidak terlalu luas, Bukittinggi menawarkan pengalaman berjalan kaki yang menyenangkan. Ikon utamanya, Jam Gadang, berada di pusat kota dan mudah diakses dari berbagai titik. Tak jauh dari sana, terdapat Ngarai Sianok yang menghadirkan lanskap alam menawan tanpa harus keluar kota.

Wisatawan juga dapat menyusuri Jembatan Limpapeh hingga menuju kawasan kebun binatang. Pasar tradisional di sekitarnya pun menjadi tempat menarik untuk mencicipi kuliner khas Minang sambil menikmati suasana kota yang relatif tenang.

2. Bandung

Kota yang kerap dijuluki Kota Kembang ini memiliki sejumlah ruas jalan dengan trotoar lebar dan kawasan bersejarah yang saling terhubung. Area Jalan Asia Afrika hingga Braga menyuguhkan deretan bangunan peninggalan kolonial yang masih terawat.

Berjalan kaki di pusat kota memberi pengalaman berbeda karena pengunjung dapat singgah ke kafe, toko, atau sekadar menikmati suasana arsitektur lama yang berpadu dengan sentuhan modern. Suasana sejuk Bandung juga menjadi nilai tambah bagi pejalan kaki.

3. Labuan Bajo

Dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo ternyata juga nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Kawasan tepi pantainya dipenuhi deretan kafe dan penginapan yang saling berdekatan. Arus kendaraan yang tidak terlalu padat membuat suasana terasa lebih santai.

Jalanan yang sedikit menanjak justru menawarkan pemandangan teluk dan pelabuhan dari ketinggian. Saat sore menjelang malam, berjalan kaki menyusuri tepian kota memberikan pengalaman yang hangat berkat keramahan penduduk setempat.

4. Malang

Udara yang relatif sejuk membuat Malang menjadi salah satu kota favorit untuk berjalan kaki. Kawasan Jalan Ijen terkenal dengan tata ruang yang rapi serta deretan bangunan tua yang memikat. Di sekitar pusat kota, terdapat alun-alun dan sejumlah tempat ibadah serta museum yang bisa dijangkau tanpa kendaraan.

Selain itu, wisata kuliner legendaris yang tersebar di pusat kota membuat aktivitas berjalan kaki terasa lebih menyenangkan. Perpaduan suasana klasik dan fasilitas kota yang tertata rapi menjadikan Malang ramah bagi pejalan.

5. Semarang

Semarang memiliki beberapa kawasan yang ideal untuk dijelajahi dengan langkah santai, seperti Kota Lama dan area Simpang Lima. Di Kota Lama, pengunjung dapat menikmati bangunan bergaya kolonial dengan trotoar yang relatif nyaman.

Kawasan Pecinan juga menarik untuk disusuri, terutama bagi pencinta wisata kuliner. Sementara itu, Simpang Lima menjadi titik temu warga yang ingin bersantai pada sore hingga malam hari. Kombinasi antara sejarah, budaya, dan ruang publik yang hidup menjadikan Semarang semakin menarik bagi pejalan kaki.

Jalan Kaki sebagai Gaya Hidup

Meningkatnya minat terhadap kota ramah pejalan kaki menunjukkan adanya pergeseran pola hidup masyarakat. Jalan kaki bukan lagi sekadar aktivitas pendukung, melainkan bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Dengan berjalan kaki, seseorang dapat lebih menghargai detail kota sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

Ke depan, diharapkan semakin banyak kota di Indonesia yang memperbaiki infrastruktur trotoar dan ruang publiknya. Dengan demikian, budaya berjalan kaki tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi juga bagian dari gaya hidup berkelanjutan.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.