Info Penting

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

J Junita Nur Anggraeni Terverifikasi Penulis
7 Januari 2026, 00:04 3 menit baca 1,815x dilihat
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Winnicode Officials

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi mengumumkan bahwa awal puasa Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini disampaikan melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 yang dirilis Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah sebagai pedoman organisasi dan jamaah di seluruh Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Keputusan ini merupakan hasil perhitungan astronomis yang dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan posisi bulan baru berdasarkan data astronomi dan prinsip yang dituangkan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini telah divalidasi oleh tim ahli yang berkolaborasi dengan lembaga akademik, termasuk Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, untuk memastikan ketepatan penentuan waktu awal bulan secara ilmiah. 

Majelis Tarjih dan Tajdid menjelaskan bahwa ijtimak — atau saat bulan baru berkonjungsi — menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Berdasarkan hasil perhitungan, posisi bulan memenuhi kriteria global menurut parameter KHGT sehingga penetapan 1 Ramadan ditetapkan pada Rabu sama di seluruh dunia. Keputusan ini sekaligus memperbarui kalender cetak sebelumnya yang sempat mencantumkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026.

Selain menentukan awal puasa Ramadan, Muhammadiyah juga menetapkan tanggal penting lainnya dalam kalender Islam 1447 H/2026 Masehi. Menurut maklumat yang sama, 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Serta 1 Zulhijah 1447 H yang menandai awal musim haji diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026. Penetapan tanggal ini memberi panduan lebih awal bagi umat Islam untuk merencanakan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya sepanjang tahun.

Penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah biasanya dilakukan lebih awal dibandingkan dengan keputusan pemerintah, yang menetapkan tanggal berdasarkan sidang isbat yang digelar menjelang akhir bulan Syaban. Sidang isbat melibatkan Badan Hisab Rukyat di bawah Kementerian Agama RI dan menggunakan gabungan metode rukyat (pengamatan hilal) dan hisab untuk menentukan awal bulan. Hingga saat ini, pemerintah masih dijadwalkan menggelar sidang tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengumuman 1 Ramadan 18 Februari 2026 ini disambut dengan antusias oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum, yang kini dapat mulai mempersiapkan diri dari segi spiritual dan praktis menyongsong bulan suci. Ramadan merupakan momen penting dalam kalender Islam yang penuh dengan ibadah puasa, tadarus Al-Qur’an, hingga aktivitas sosial seperti zakat dan sedekah. Kejelasan tanggal awal puasa membantu masyarakat mengatur ritme ibadah, pekerjaan, dan keluarga dengan lebih tenang dan terencana.

Keputusan Muhammadiyah ini mencerminkan perpaduan antara tradisi keagamaan dan pendekatan sains kontemporer, ketika hisab astronomis dipakai sebagai alat bantu untuk menetapkan waktu ibadah. Dalam konteks perbedaan metode penetapan tanggal di beberapa lembaga, umat Islam di Indonesia sering kali mengikuti penetapan dari masing-masing organisasi seperti Muhammadiyah atau pemerintah melalui sidang isbat. Meski demikian, semangat kebersamaan dalam menyambut Ramadan tetap menjadi fokus utama di tengah berbagai metode yang mungkin digunakan. 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.