Intertaiment

Boyong 5 Penghargaan AMI Award 2025 Lewat Hindia dan .Feast: Baskara Suarakan Isu Sosial Lewat Musik

N Nandyta Alifia Denila Didha Putri Hartono Terverifikasi Penulis
29 November 2025, 03:31 4 menit baca 630x dilihat
Boyong 5 Penghargaan AMI Award 2025 Lewat Hindia dan .Feast: Baskara Suarakan Isu Sosial Lewat Musik
Winnicode Officials

Musisi Baskara Putra berhasil mencuri perhatian publik dan penikmat musik setelah memborong lima penghargaan pada ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2025. Nama musisi muda satu ini sedang melambung dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi figur penting dalam perkembangan musik Indonesia.

Baskara Putra merupakan vokalis dari band .Feast yang beraliran rock dengan mendapuk beberapa aliran sub-rock pada karya-karyanya. Baskara juga kerap melakukan kolaborasi dengan musisi tanah air lainya sebagai solois dengan nama panggung Hindia. 

Kemenangan tersebut disambut hangat oleh para penggemar dan pelaku industri musik. Penghargaa ini menjadi bukti konsistensi Baskara menghadirkan karya yang tidak hanya komersil tetapi juga memiliki pesan sosial dan pesan reflektif yang mendalam.

Dalam kesempatan pagelaran AMI Award tersebut, Baskara menyampaikan rasa terima kasihnya bagi para pendengar. Bagianya, para pendengar adalah alasan dibalik karya-karya fenomenal miliknya. 

Selain itu, Baskara juga mendedikasikan salah satu penghargaannya untuk Sumarsih, keluarga salah satu korban penghilangan aktivis pada peristiwa 1998. Baskara menuturkan, “Tapi dirilisan ini (Doves, ‘25 on Blank Canvas) juga ada sebuah cerita tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya pada tahun 98, dan perjuangan dia sampai hari ini dalam memupuk keadilan dan mencari keadilan dan memupuk harapan, untuk ruang dan apresiasinya terhadap realita tersebut, terima kasih”, dikutip Winnicode pada (28/11/2025).

Perjalanan Karier dan Identitas Musik

Sebelum dikenal luas seperti saat ini, perjalanan musik Baskara dimulai melalui jalur independen dengan menjadi vokalis pada band rock alternatif .Feast. Selama dua belas tahun sejak pembentukannya di tahun 2013, .Feast dominan membawakan lagu-lagu yang mengandung ‘kemarahan’, berupa kritik sosial dengan gaya lugas serta agresif.

Baskara kemudian memulai proyek solonya pada 2019 dengan merilis album pertamanya, Menari dengan Bayangan. Hindia semakin banyak mendapat perhatian ketika beberapa lagunya digunakan sebagai soundtrack film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini yang rilis pada tahun yang sama. Sedikit berbeda dengan .Feast, karya Baskara sebagai Hindia lebih terasa personal, reflektif dan membahas keresahan-keresahan tentang situasi usia muda. Hindia banyak membahas kekhawatiran anak muda terkait karier, asmara, hingga kesehatan mental. 

.Feast pada album terbarunya, Membangun dan Menghancurkan, mengambil sedikit ciri khas gaya personalitas Hindia dalam penulisan lirik karya-karyanya. Meskipun demikian, keresahan personal dalam album tersebut masih menyinggung kritik terhadap situasi sosial. Langkah tidak biasa bagi .Feast ini justru banyak mendapat apresiasi oleh pendengar. 

Ciri khas membawa keresahan personal dan kritik sosial yang disampaikan secara lugas ini menempatkan Hindia dan .Feast pada posisi yang unik dalam industri musik tanah air. Baskara sebagai bagian keduanya kemudian tidak hanya dikenal sebagai figur penyanyi atau musisi, tetapi juga dipandang sebagai figur yang keras menyampaikan gagasan dan keresahan sosial melalui media musik. 

Raih 5 Penghargaan di AMI Award 2025

Atas dedikasinya, Baskara sebagai Hindia dan .Feast berhasil membawa pulang lima piala dari berbagai kategori pada ajang AMI Award 2025. Pagelaran tersebut dilangsungkan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11/2025). Penghargaan tersebut meliputi: 

  1. Album Terbaik Terbaik untuk album milik Hindia Doves, ‘25 on Blank Canvas’;
  2. Album Rock Terbaik untuk album milik .Feast Membangun & Menghancurkan;
  3. Artis Solo Alternatif Terbaik untuk Hindia pada single “everything u are”;
  4. Album Alternatif Terbaik untuk album Doves, ‘25 on Blank Canvas milik Hindia; dan 
  5. Video Musik Terbaik untuk single milik Hindia “everything u are” yang disutradarai oleh Yogi Kusuma. 

Musik Sebagai Media Menyuarakan Isu Sosial

Ciri paling kuat dalam karya Baskara sebagai Hindia atau sebagai bagian .Feast adalah keberaniannya mengangkat isu sosial secara frontal. Substansi karya-karya Hindia dan .Feast dinilai relevan dengan situasi generasi muda yang berada dalam kompleksitas kondisi sosial. 

Penulisan lirik dari karya-karya keduanya cenderung lugas, terkesan apa adanya dan keras dalam menyajikan keresahan-keresahan personal terkait kondisi sosial tersebut.

Dalam proyek solo sebagai Hindia, Baskara kerap membahas tentang isu kesehatan mental, dinamika dan problema dalam keluarga, serta dinamika hidup sebagai seorang dewasa muda dalam masyarakat yang dikaitkan dengan isu sosial. 

Sementara itu, bersama .Feast, Baskara banyak membicarakan isu-isu politik, fenomena sosial dan dinamika kondisi sosial masyarakat Indonesia secara eksplisit. Seperti isu kelestarian lingkungan, problema politik, isu korupsi dan masih banyak lainnya.

Kemenangan Baskara Putra di AMI Award 2025 menegaskan bahwa musik dengan kandungan pesan di dalamnya memegang pengaruh pada konstruksi sosial masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan industri hiburan. Lima penghargaan yang berhasil diraihnya menunjukkan bahwa karya dengan ketulusan, kejujuran, reflektif serta keberanian menyinggung isu sosial, menjadi karya yang memiliki tempat tersendiri dan diterima oleh publik. 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.