Malaysia Tawarkan Umroh dengan Kapal Pesiar Mulai 2026, Pertama di Asia
KUALA LUMPUR — Malaysia siap memulai sebuah terobosan besar dalam dunia pariwisata dan ibadah pada awal tahun 2026 dengan meluncurkan program umroh naik kapal pesiar yang diklaim sebagai yang pertama di Asia. Program perjalanan unik ini diberi nama IslamiCruise, sebuah pelayaran mewah yang memadukan pengalaman spiritual ibadah umroh dengan kenyamanan perjalanan laut yang santai serta fasilitas premium.
Peluncuran program ini diumumkan oleh operator pelayaran Aroya Cruises bekerja sama dengan pihak terkait di Malaysia, sekaligus mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah Malaysia sebagai bagian dari kampanye pariwisata Visit Malaysia 2026 yang bertujuan menarik lebih banyak wisatawan internasional ke negara tersebut.
IslamiCruise direncanakan berlayar mulai Januari 2026 dari Terminal Kapal Pesiar Port Klang, Selangor, dengan rute perjalanan yang akan singgah di sejumlah destinasi menarik sebelum tiba di Arab Saudi sebagai titik akhir perjalanan umroh. Jalur pelayaran tersebut mencakup persinggahan di beberapa negara, termasuk Banda Aceh (Indonesia), Oman, dan Maladewa, sebelum akhirnya mencapai Jeddah, kota gerbang menuju Makkah dan Madinah.
Perjalanan IslamiCruise dirancang sebagai paket 15 hari yang tidak hanya memberikan kemudahan akses menuju Tanah Suci, tetapi sekaligus pengalaman wisata religi yang berbeda dari format perjalanan umroh konvensional. Para jemaah yang ikut pelayaran ini dipersilakan untuk menikmati fasilitas kapal pesiar yang lengkap, mulai dari kolam renang, area rekreasi, hingga hiburan ringan di atas kapal, sambil merasakan suasana damai dan spiritual sepanjang perjalanan laut.
Menurut rencana, setelah kapal tiba di Jeddah, para peserta akan menghabiskan beberapa malam di kota tersebut sebelum mengikuti rangkaian ibadah umroh di Makkah dan Madinah. Paket ini tetap memberikan pilihan kepada calon jamaah untuk memulai perjalanan dari Saudi atau dari Malaysia, tetapi pelayaran satu arah adalah pilihan utama bagi mereka yang ingin mengalami rute laut tradisional secara penuh.
Program pelayaran umroh naik kapal ini juga membuka peluang menarik bagi pelancong non-Muslim untuk ikut serta dalam perjalanan, meskipun paket mereka tidak mencakup kegiatan ibadah umroh. Ini menunjukkan bahwa inisiatif IslamiCruise tidak hanya mendukung lalu lintas jemaah Muslim, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata halal secara lebih luas.
Inovasi perjalanan ini tidak hanya menunjukkan kemajuan Malaysia dalam menghadirkan pengalaman umroh yang lebih modern dan nyaman, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif bagi negara. Dengan berbagai fasilitas mewah yang ditawarkan dan rute international yang menarik, program ini diyakini dapat menarik ribuan wisatawan internasional, sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai pionir turisme halal di Asia.
Dengan dimulainya pelayaran IslamiCruise pada awal 2026, umat Muslim dan travel enthusiast kini memiliki alternatif baru untuk menunaikan ibadah umroh dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya — menggabungkan spiritualitas dan pengalaman perjalanan yang menyenangkan di bawah bendera kapal pesiar mewah.