Penghargaan bagi WNI di Korea: Aksi Heroik Sugianto Raih Pengakuan dari Presiden Korsel
SEOUL — Pada awal tahun 2026, publik Indonesia dan Korea Selatan disuguhi kabar membanggakan yang menyorot keberanian seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menorehkan prestasi luar biasa di luar negeri. Sugianto, seorang nelayan asal Indonesia yang bekerja di Korea Selatan, menerima penghargaan kehormatan langsung dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, atas aksinya menyelamatkan warga lanjut usia saat bencana kebakaran hutan besar terjadi di Kabupaten Yeongdeok pada Maret 2025. Penghargaan ini dilangsungkan dalam upacara kenegaraan yang turut menghadirkan berbagai tokoh berprestasi dari Korea dan internasional.
Peristiwa heroik yang mengantarkan Sugianto ke panggung penghargaan nasional Korea dimulai ketika kebakaran hutan hebat melanda wilayah Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara. Api cepat menjalar ke permukiman pesisir Chuksan-myeon, membuat warga dalam keadaan panik dan terancam. Tanpa ragu, Sugianto berdiri sebagai figur penting dalam proses evakuasi saat ia melihat beberapa warga lanjut usia kesulitan menjauh dari kobaran api. Dalam kondisi yang penuh risiko, Sugianto menggendong satu per satu lansia sejauh ratusan meter, memastikan mereka mencapai lokasi yang lebih aman dari ancaman api.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya membuatnya dipuji oleh warga lokal, tetapi juga mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Korea Selatan. Pada upacara penghargaan di Blue House (Istana Kepresidenan Korea Selatan), Sugianto menjadi satu-satunya warga negara asing yang menerima plakat dan medali kehormatan bersama sepuluh penerima lainnya dari berbagai bidang. Kehadiran Sugianto dalam daftar penerima penghargaan mencerminkan betapa besar dampak tindakan kemanusiaannya bagi masyarakat setempat serta hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Lebih dari sekadar piagam, penghargaan ini juga mencakup pengakuan berupa visa tinggal jangka panjang (F-2) yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa Sugianto dalam menyelamatkan nyawa manusia. Visa tersebut memungkinkan Sugianto dan dua warga Indonesia lainnya yang juga terlibat dalam aksi tersebut untuk tinggal lebih lama di Korea Selatan serta menunjukkan pengakuan negara terhadap keberanian mereka.
Kisah Sugianto menjadi inspirasi tidak hanya bagi komunitas Indonesia di luar negeri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ia menunjukkan bahwa keberanian dan kepedulian terhadap sesama dapat melampaui batas nasional dan budaya. Respons positif dari publik Korea pun mengisyaratkan penerimaan dan rasa hormat terhadap tindakan altruistik, yang akhirnya mempererat hubungan kemanusiaan antara kedua negara.
Penghargaan yang diterima Sugianto menjadi simbol bahwa tindakan besar tidak selalu datang dari figur terkenal atau posisi tinggi, tetapi bisa juga lahir dari hati nurani seseorang yang bertindak tepat di saat yang paling dibutuhkan.