Penyakit Misterius di Kongo, 143 Nyawa Melayang
Wakil Gubernur Provinsi Kwango, Republik Demokratik Kongo (RDK), Remy Saki, mengungkapkan bahwa sebuah penyakit misterius telah merenggut 143 nyawa dan membuat 376 orang lainnya jatuh sakit hingga Selasa, 3 Desember 2024. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RDK, penyakit ini mulai menyebar di zona kesehatan Panzi pada 10 November hingga 25 November. Gejala yang dilaporkan termasuk demam tinggi, sakit kepala, batuk dan pilek, kesulitan bernapas, serta anemia parah.
Penyelidikan dan Langkah-Langkah Darurat
Menteri Kesehatan Provinsi Kwango, Apollinaire Yumba, menegaskan bahwa upaya tanggap darurat telah dimulai. Para ahli epidemiologi diterjunkan ke lokasi untuk mengidentifikasi penyebab penyakit. Sampel dari pasien dikumpulkan dan sedang dianalisis di laboratorium. Yumba juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, menghindari kontak langsung dengan jenazah, dan segera melaporkan gejala mencurigakan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Kondisi Masyarakat Pedesaan yang Rentan
Zona kesehatan Panzi, yang merupakan wilayah pedesaan dengan akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan, menghadapi tantangan besar. Cephorien Manzanza, pemimpin masyarakat sipil setempat, menyoroti kekurangan pasokan obat-obatan yang memperburuk situasi. Banyak pasien tidak mendapatkan perawatan medis memadai, sehingga mereka meninggal di rumah.
Upaya Kolaborasi Internasional
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) kini bekerja sama dengan pemerintah Kongo dalam penyelidikan. Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, menyatakan bahwa tim mereka telah dikirim ke lokasi untuk mendukung upaya pengumpulan data dan analisis laboratorium. Selain itu, Kementerian Kesehatan Kongo mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, menghindari pertemuan massal, dan mematuhi protokol kesehatan demi meminimalkan risiko penularan.
Tantangan Kongo dalam Kesehatan Publik
Selain menghadapi penyakit misterius ini, Kongo juga berhadapan dengan wabah cacar monyet (Mpox) yang telah berlangsung lebih dari setahun. Sepanjang 2024, negara ini mencatat lebih dari 47.000 kasus Mpox dan lebih dari 1.000 kematian. Kombinasi dari berbagai wabah ini memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan Kongo yang sudah rapuh.
Krisis kesehatan di Provinsi Kwango menjadi perhatian serius, baik di tingkat lokal maupun internasional. Upaya cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi ancaman ini, melindungi masyarakat, dan mencegah dampak yang lebih luas. Berharap agar penyakit ini cepat teridentifikasi.