Politik

Politik Zaman Sekarang: Bukan Cuma Soal Pemilu, Tapi Soal Jempol Kita

R Rizka Aurellia Ramadhani Terverifikasi Penulis
9 Juni 2026, 01:07 2 menit baca 433x dilihat
Politik Zaman Sekarang: Bukan Cuma Soal Pemilu, Tapi Soal Jempol Kita
Winnicode Officials

 

Mendengar kata "politik", apa yang pertama kali muncul di pikiranmu? Mungkin rapat formal yang membosankan, bapak-bapak berpakaian rapi di televisi, atau janji-janji manis saat kampanye pemilihan umum (pemilu). Tidak salah, sih. Tapi sebenarnya, politik zaman sekarang sudah jauh berubah. Politik hari ini bukan cuma terjadi di gedung DPR, melainkan ada di dalam genggaman tangan kita, alias di layar smartphone.

​Sekarang, politik sudah pindah ke media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X (Twitter). Mengapa bisa begitu? Karena para politikus sadar bahwa untuk menarik perhatian masyarakat—terutama anak muda—mereka tidak bisa lagi pakai cara lama yang kaku. Mereka harus bikin konten yang seru, ikutan tren dance yang lagi viral, atau membuat siaran langsung (live) sambil mengobrol santai.

​Namun, ada tantangan besar di balik politik media sosial ini. Karena informasi bergerak sangat cepat, kita sering kali disuguhi berita yang belum tentu benar alias hoaks. Apalagi sekarang ada teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bisa membuat video atau suara tiruan politikus yang mirip sekali dengan aslinya (deepfake). Kalau kita tidak hati-hati dan langsung percaya begitu saja, kita bisa dengan mudah diadu domba oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

​Di sinilah pentingnya peran "jempol" kita. Politik modern menuntut kita untuk menjadi masyarakat yang kritis. Saat melihat sebuah berita politik yang bikin emosi atau terlalu mengada-ada, jangan langsung dibagikan (share). Cek dulu kebenarannya di media berita yang tepercaya.

​Ingat, politik itu sebenarnya sederhana: tentang bagaimana aturan di negara kita dibuat dan bagaimana kehidupan kita diatur. Mulai dari harga kuota internet, fasilitas sekolah, sampai transportasi umum, semuanya adalah produk dari keputusan politik. Jadi, jangan anti-politik, ya! Yuk, jadi generasi yang cerdas digital: tetap pantau perkembangan negara, tapi jangan mau dibohongi oleh konten-konten palsu. Kesadaran kita adalah kunci masa depan bangsa.

 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.