Review Film

Abadi Nan Jaya: Zombie Lokal yang Menggabungkan Budaya dan Horror Modern

A Aretha Nurahma Poernomo Terverifikasi Penulis
31 Oktober 2025, 20:57 3 menit baca 745x dilihat
Abadi Nan Jaya: Zombie Lokal yang Menggabungkan Budaya dan Horror Modern
Winnicode Officials

Bagaimana jika wabah zombie telah menyebar ke seluruh penduduk desa? Siapakah yang akan selamat?

Disutradarai oleh Kimo Stamboel dengan berkolaborasi dengan Netflix, Abadi Nan Jaya merupakan film horor thriller Indonesia mengangkat kisah seseorang bernama Sadimin yaitu, pengusaha jamu Desa Wanirejo yang ingin menjual pabrik jamunya dikarenakan kondisi usaha yang tidak stabil. 

Penjualan pabrik jamu tersebut telah di nanti - nanti oleh anak Pak Dimin yang bernama Kenes dan Bambang. Alasan Kenes setuju dengan di jualnya pabrik tersebut karena dirinya yang sedang dalam proses perceraian dengan suaminya Rudi dan ingin membuka usaha sendiri. Sementara, Bambang mengharapkan bagianya karena dirinya yang menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan. Hubungan kedua anak dengan Pak Dimin memanglah tidak akur. Terlebih lagi saat Pak Dimin menikahi Karina, sahabat dari putrinya itu. 

Namun, Pak Dimin tiba - tiba membatalkan penjualan Pabrik tersebut dikarenakan dirinya telah menemukan formula jamu baru yang membuat seseorang yang telah berusia lanjut nampak lebih awet muda. Jamu tersebut dilabeli dengan Jamu Abadi Nan Jaya. 

Keputusan Pak Dimin tidak disambut dengan baik oleh anaknya. Saat mereka masih beradu mulut, tiba - tiba Pak Dimin dengan perlahan berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Anak dan Istrinya pun panik hingga meminta bantuan kepada Sopir dan pembantunya. 

Wabah Zombie pun kemudian cepat menyebar ke seluruh penduduk desa Wanirejo. 

Menjadi Film Zombie Terbaik Indonesia

Membawa wajah baru dari horror thriller Indonesia, Abadi Nan Jaya banyak mendapatkan ulasan positif setelah tayang resmi di Netflix pada 23 Oktober lalu. Dengan membawa unsur lokal, Kimo Stamboel berhasil menghadirkan film zombie yang dikemas dengan nuansa tradisional Indonesia sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan film zombie ternama seperti serial Netflix sebelumnya yaitu, Train to Busan atau All of Us are Dead. 

Dengan Film yang bertabur bintang menggandeng artis ternama seperti Mikha Tambayong, Eva Celia, dan Dimas Anggara, akting mereka tidak diragukan lagi. Adegan - adegan dengan nuansa gore dan mengerikan berhasil dikuasai oleh para aktor dan aktris tersebut. 

Alur yang mudah di pahami dan sebab akibat terjadinya wabah zombie yang dekat dengan keseharian dan budaya warga Indonesia, Abadi Nan Jaya ingin menampilkan film zombie yang totalisan dengan detail dan efek yang sangat realistis. Ciri kulit yang berlubang saat seseorang terjangkit wabah zombie, membuat penonton yang mempunyai trypophobia atau fobia dengan gambar berlubang seolah diajak untuk merasakan kengerian dari wabah zombie di film ini. 

Abadi Nan Jaya sukses membuat penonton terpukau dengan sinematografi dan background film ini yaitu, pedesaan Indonesia. Berhasil memadukan budaya Indonesia dan genre horor modern. 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.