Teknologi

Scroll, Share, Repeat: Gimana Media Sosial Ngebentuk Cara Kita Lihat Dunia?

L Laura Katherine Nainggolan Terverifikasi Penulis
26 April 2026, 05:27 2 menit baca 575x dilihat
Scroll, Share, Repeat: Gimana Media Sosial Ngebentuk Cara Kita Lihat Dunia?
Winnicode Officials

Di era sekarang, bangun tidur aja belum sempat buka mata penuh, tangan kita udah otomatis ngecek HP. Entah itu Instagram, TikTok, atau Twitter (eh, X), semuanya jadi “jendela dunia” versi cepat. Tapi pernah gak sih kepikiran sebenarnya kita lagi lihat dunia yang nyata, atau dunia yang udah “dikurasi” sama algoritma?

Media sosial hari ini bukan cuma tempat hiburan. Dia udah jadi sumber berita, opini, bahkan pembentuk cara kita mikir. Konten yang viral sering kali lebih cepat dipercaya dibanding berita yang udah diverifikasi. Kenapa? Karena relatable. Karena banyak yang share. Karena “ramai”.

Masalahnya, algoritma gak peduli mana yang benar atau salah yang penting engagement. Jadi makin sering kita klik atau nonton sesuatu, makin sering juga kita dikasih konten serupa. Lama-lama, kita hidup di “bubble” sendiri. Kita ngerasa semua orang setuju sama kita, padahal… belum tentu.

Fenomena ini sering disebut sebagai echo chamber. Kita denger suara yang sama berulang-ulang, sampai akhirnya kita anggap itu sebagai kebenaran umum. Padahal bisa jadi itu cuma satu sisi cerita.

Di sisi lain, media juga punya kekuatan besar buat edukasi. Banyak konten kreator yang mulai bikin konten informatif dari politik, ekonomi, sampai kesehatan mental—dengan cara yang ringan dan mudah dipahami. Ini jadi peluang besar, terutama buat anak muda, buat lebih melek isu.

Jadi, kuncinya bukan berhenti pakai media sosial. Tapi mulai lebih sadar. Saring sebelum sharing. Gak semua yang viral itu valid.Karena di dunia yang serba cepat ini, jadi kritis itu bukan pilihan lagi tapi kebutuhan.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.