Truk Kontainer Mogok di Kalideres, Arus Lalu Lintas Jakarta Barat Sempat Lumpuh
Jakarta - Gangguan lalu lintas terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin malam (5/1/2026). Sebuah truk kontainer dilaporkan mengalami mogok di tengah jalan hingga posisinya melintang dan menutup sebagian besar badan jalan. Peristiwa tersebut mengakibatkan kemacetan panjang di sekitar lokasi, terutama pada jalur yang mengarah ke kawasan Puri Gardena.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh aparat kepolisian pada malam hari saat aktivitas kendaraan masih cukup padat. Truk berukuran besar tersebut berhenti dalam kondisi tidak normal sehingga menyulitkan kendaraan lain untuk melintas. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Kalideres sempat tersendat dan menimbulkan antrean kendaraan dari berbagai arah.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Komarudin, membenarkan adanya insiden truk mogok tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendaraan berat itu mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berhenti tepat di ruas jalan utama.“Truk mengalami kendala dan saat ini sedang dilakukan proses penderekan,” ujar Komarudin saat dikonfirmasi pada pukul 21.00 WIB.
Menurutnya, petugas kepolisian bersama unsur terkait segera diterjunkan ke lokasi guna melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus lalu lintas. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan dampak kemacetan serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang tidak normal.
Komarudin menambahkan, meskipun truk berada dalam posisi melintang, sebagian jalur masih dapat difungsikan. Aparat di lapangan membuka ruang agar kendaraan tertentu, khususnya sepeda motor, tetap bisa melintas secara bergantian.“Sebagian lajur sudah dapat digunakan. Petugas masih terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan,” jelasnya.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat badan truk menutup hampir seluruh ruas jalan. Posisi kendaraan yang tidak sejajar membuat mobil dan kendaraan besar lainnya sulit melewati lokasi tersebut. Akibatnya, hanya sepeda motor yang masih dapat melintas dengan pengaturan petugas dan kehati-hatian tinggi.
Dalam video tersebut juga terlihat sejumlah pengendara memilih berhenti di bahu jalan sambil menunggu kondisi lalu lintas kembali normal. Beberapa di antaranya tampak mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan yang semakin panjang.
Sejumlah warga yang melintas di kawasan itu mengaku kemacetan terjadi cukup lama dan membuat perjalanan mereka terhambat. Salah satu pengendara motor, Andi (32), mengatakan arus lalu lintas nyaris tidak bergerak selama beberapa waktu.
“Tadi sempat berhenti total. Motor masih bisa lewat satu-satu, tapi mobil tidak bisa sama sekali,” ujarnya.
Kemacetan semakin terasa karena waktu kejadian bertepatan dengan jam pulang kerja dan aktivitas malam hari. Banyak pengendara yang melintasi Kalideres untuk menuju kawasan permukiman maupun pusat aktivitas lainnya di Jakarta Barat.Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mencari jalur alternatif apabila memungkinkan, guna mengurangi kepadatan di sekitar lokasi kejadian.
Proses evakuasi truk dilakukan dengan mendatangkan kendaraan derek berukuran besar. Petugas harus bekerja ekstra karena posisi truk yang melintang memerlukan penanganan khusus agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan maupun membahayakan pengguna jalan lainnya.
Komarudin memastikan bahwa setelah truk berhasil dipindahkan, arus lalu lintas akan segera dinormalkan. Pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut untuk mencegah insiden serupa terulang kembali, khususnya yang melibatkan kendaraan berat di jalur padat lalu lintas.“Kami fokus memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas. Setelah evakuasi selesai, arus akan kembali normal secara bertahap,” tegasnya.
Hingga malam hari, petugas masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi lalu lintas terkendali. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan kondisi kendaraan, terutama kendaraan besar, sebelum beroperasi di jalan raya demi menghindari gangguan dan risiko keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.