Indonesia Darurat Pencurian Besi, Mulai Dari Pagar Runah Hingga Jembatan!
Indonesia banyak terdapat kasus yang tidak jarang luput dari perhatian, salah satunya adalah pencurian besi. Hal ini terdengar tidak umum karena biasanya orang-orang hanya fokus pada kasus pencurian yang melibatkan barang-barang berupa harta seperti uang, perhiasan, maupun barang elektronik.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di pemukiman, namun juga menjangkiti infrastruktur kota seperti rel kereta dan jembatan. Pencurian besi marak terjadi karena tingginya harga jual besi tua (scrap) di pasaran. Banyak pelaku tergoda oleh keuntungan yang didapat dengan mencuri besi dari fasilitas umum dan menjualnya ke pengepul.
Contoh kasusnya adalah yang baru-baru ini terjadi di awal tahun. Dilansir dari detiksumut, pada Selasa (4/3/2025) muncul video viral yang menunjukan hilangnya besi pembatas pada jembatan fly over di Jamin Ginting, Medan, Sumatra Utara. Para pencuri biasanya beraksi pada tengah malam hingga subuh hari di mana suasana sedang sepi, hal ini disampaikan oleh Irwan yang merupakan warga setempat fly over tersebut.
Para pelaku berani beraksi selain karena suasana sepi, ternyata juga dipengaruhi oleh fasilitas di bawah fly over tersebut yang masih tidak memiliki lampu, sehingga aksi para pelaku makin tidak terlihat. Masih menurut Irwan, kejadian seperti ini sudah terjadi hingga tiga kali, beberapa pelaku juga sempat tertangkap polisi.
Dilansir dari IDN Times, masih terjadi di Medan, Sumatra Utara. Terdapat pula kasus pencurian besi yang melibatkan infrstruktur kota, kali ini terjadi di Taman Ahmad Yani. Pelaku pencurian diketahui bernama Rozi Hamdani (40). Ia beraksi pada malam hari ditemani dua rekannya menggunakan becak motor yang nantinya juga dijadikan alat untuk mengangkut besi hasil curian mereka. Rozi sendiri rupanya sudah menjadi langganan di polsek Medan.
Pencurian besi bukan sekadar tindak kriminal, tetapi mencerminkan masalah sosial seperti rendahnya kesadaran hukum dan tingginya pengangguran. Dampak yang ditimbulkan juga serius, mulai dari kerugian negara hingga membahayakan keselamatan publik. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah tegas dari pemerintah dan aparat, termasuk peningkatan pengawasan, perbaikan pencahayaan, serta edukasi kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas umum dan melaporkan tindakan mencurigakan.