Mobil SPPG Tabrak Puluhan Siswa SD di Jakarta Utara, Sopir Pengganti Diduga Salah Injak Pedal
Jakarta — Sebuah kendaraan pengangkut makanan bergizi gratis (SPPG/MBG) menabrak puluhan siswa di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.30–07.00 WIB itu menyebabkan sedikitnya 17 siswa dan satu guru terluka. Para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Peristiwa bermula ketika mobil SPPG memasuki halaman sekolah yang tengah dipadati siswa untuk mengikuti kegiatan pagi. Tanpa diduga, kendaraan tersebut melaju tak terkendali dan menerjang kerumunan anak-anak. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan siswa dan guru saat mobil menerobos area tersebut.
Identitas pengemudi diketahui berinisial AI, seorang sopir cadangan yang menggantikan sopir utama yang sedang sakit. Ia baru dua hari bertugas mengemudikan mobil SPPG. Dalam pemeriksaan awal, AI mengaku keliru menginjak pedal gas saat hendak mengerem di tanjakan, menyebabkan kendaraan melaju cepat menuju halaman sekolah. Polisi telah mengamankan AI untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Utara tengah mendalami penyebab insiden, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan mengevaluasi apakah terdapat unsur kelalaian pengemudi maupun penyimpangan prosedur operasional. Aparat juga memeriksa saksi dan menelusuri rekaman CCTV untuk memastikan rangkaian kejadian.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan keprihatinan dan menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perekrutan, pelatihan, dan kualifikasi sopir SPPG. BGN juga menyoroti perlunya standar kesehatan pengemudi, pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, serta prosedur penugasan sopir cadangan agar kejadian serupa dapat dicegah.
Komisi IX DPR RI menuntut evaluasi total terhadap operasional SPPG, termasuk peningkatan pengawasan keselamatan dan akuntabilitas pelaksana program. DPR menilai pihak pengemudi maupun pengelola SPPG harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Dari DPD RI, Fahira Idris meminta audit menyeluruh terhadap SOP SPPG—mulai dari pelatihan sopir, verifikasi kompetensi, hingga pemeriksaan kesehatan dan kelayakan kendaraan—menyebut insiden ini sebagai “alarm keras” bagi perbaikan keselamatan operasional di lingkungan pendidikan.