Belajar Tentang Arti Pengorbanan Lewat Film 1 Kakak 7 Ponakan
Gimana rasanya ketika tanggung jawab sebagai mahasiswa perkuliahan baru saja selesai dan masa depan cerah sudah di depan mata, namun tiba - tiba dihadapkan dengan tanggung jawab yang lebih besar? Bukan karena mau, tapi terdesak oleh realita yang ada. Itulah yang dirasakan Hendarmoko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan. Yang tadinya Moko ingin fokus dengan diri sendiri dan melanjutkan karirnya sebagai seorang arsitek, sekarang harus menanggung keponakannya setelah kepergian sang kakak.
Film garapan Yandy Laurens yang tayang pada awal 2025 memotret sudut pandang karakter Moko yang diperankan oleh Chicko Kurniawan adalah seorang pemuda yang terhimpit akan keadaan dan merelakan karirnya demi mengurus keponakanya bernama Nina, Woko, Ano, Ima, dan satu remaja titipan bernama Ais.
Pengorbanan Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan sangat menguras hati penonton. Tak hanya merelakan menunda S2 demi mengasuh Ima, keponakanya yang masih bayi tapi Moko juga harus merelakan hubungan dengan kekasihnya, Maurin. Selama beberapa tahun Moko menjadi kakak, bapak, dan ibu, bagi keponakan - keponakanya. Selama itu juga Moko berusaha untuk menjadi sosok yang terbaik dan hanya memikirkan keponakanya sampai memikirkan dirinya sendiri saja tidak mampu.
Saat kaka Moko, Osa bersama suaminya Eka kembali ke rumah setelah tinggal di Australia, Moko punya perasaan sedikit lega. Berharap kakaknya dapat membantu agar ia dapat bekerja secara full time. Nyatanya, kakak Moko tersebut malah menambah beban pikiran dengan nasehat yang di berikan Eka terkesan seperti “mengatur” dan “mencela”. Selama Moko mendapatkan kerja dan berpindah ke Anyer, Eka kerap kali meminta kiriman uang yang seharusnya tidak di butuhkan oleh keponakanya. Di Lain sisi, keponakan Moko disuruh bekerja oleh Eka karena celetukannya yang mengatakan bahwa mereka selalu merepotkan dan menjadi beban Moko. Pada akhirnya mereka bekerja sesuai dengan kemampuan mereka karena merasa tidak enak oleh Eka dan Moko. Maurin, kekasih Moko menganggap bahwa Osa dan Eka hanya menambah beban tanggungan Moko yang seharusnya bukan kewajibanya untuk memberikan. Maka dari itu 7 Ponakan diartikan beban yang harus ditanggung oleh Moko atau bisa dijuluki sebagai generasi sandwich yaitu, seseorang yang tidak hanya menanggung beban satu keluarga namun beberapa keluarga yang menjadikanya tulang punggung untuk mencari nafkah.
Highlight film ini bukanlah perkara membesarkan anak ataupun kesulitan ekonomi, tapi juga rasa kasih sayang yang tidak banyak orang sadari. Kadang, pengorbanan nggak selalu terlihat besar tapi justru hadir dalam hal - hal kecil yang kita lakukan sehari harinya. Dalam berkeluarga, pasti selalu ada perasaan jadi beban atau terasa terbebani, namun itu bukan menjadikan alasan buat kita benci sama keluarga kita sendiri. Bisa dekat dan saling merangkul adalah privilege yang tidak semua keluarga dapatkan. Dari situlah kita juga belajar bahwasanya kadang permasalahan datang di waktu yang nggak kita pilih. Tapi dari sanalah, kita belajar gimana cara bertanggung jawab dan jadi versi terbaik diri kita sendiri.