Sejarah

Pembantaian Tulsa 1921: Tragedi Kekerasan Rasial Terburuk di Black Wall Street

F Fara Dilla Nur Safitri Terverifikasi Penulis
26 Juni 2025, 01:57 2 menit baca 478x dilihat
Pembantaian Tulsa 1921: Tragedi Kekerasan Rasial Terburuk di Black Wall Street
Winnicode Officials

Di Amerika, terdapat sebuah komunitas kulit hitam tepatnya di wilayah Greenwood, Tulsa. Komunitas tersebut dijuluki sebagai "Black Wall Street". Komunitas tersebut dikenal sangat makmur karena wilayah tersebut menjadi pusat ekonomi dan budaya Afrika-Amerika di awal abad 20.

Dibangun pada tahun 1906 oleh pengusaha kulit hitam bernama O.W. Gurley, kawasan ini telah berkembang menjadi kawasan yang penuh akan bisnis dan fasilitasnya. Mulai dari toko perhiasan mewah hingga rumah sakit pun ada.

Dibalik kemakmuran dan kesuksesan di wilayah tersebut, terdapat suatu hal yang secara tidak sengaja menjadi masalah besar pada waktu itu. Pada tanggal 30 Mei 1921, seorang pemuda berkulit hitam bernama Dick Rowland—masuk ke sebuah gedung dan menaiki elevator. Saat menaiki elevator, ia tidak sengaja menyentuh lengan dari operator elevatornya. Lebih parahnya, operator tersebut berkulit putih. Sontak ia menjerit dan beberapa pegawai kantor menghampirinya. Tidak hanya itu, mereka juga menganggap bahwa tindakan tidak disengaja yang dilakukan oleh Rowland adalah sebuah percobaan serangan.

Buntut dari kejadian tersebut, Rowland ditangkap. Awalnya, polisi tidak berniat untuk menuntutnya karena tuduhan yang diceritakan oleh pegawai tidak berdasar. Namun, sebuah media  menuliskan suatu hal yang membuat ras kulit putih bersitegang dengan ras kulit hitam. Koran Tulsa Tribune, salah satu pelaku dibalik kejadian kelam ini—membuat berita dengan headline "Nab Negro for Attacking Girl in an Elevator". Tak hanya itu, dalam berita tersebut juga menghasut masyarakat untuk melakukan penghakiman massa untuk Rowland.

Rumor dengan cepat menyebar. Ras kulit putih memiliki amarah besar dan berkumpul di penjara tempat Rownald ditahan. Mendengar itu, warga kulit hitam di wilayah Greenwood pun tidak terima. Mereka membawa senjata, bermaksud untuk melindungi Rowland dari bahaya.

Malam itu, suara tembakan terdengar. Menandakan bentrokan besar dimulai. Warga kulit putih berbondong-bondong datang ke wilayah Greenwood dan membakar komunitas kulit hitam. Kekerasan juga tak luput dilakukan oleh mereka. Kejadian pembantaian rasial tersebut dapat dihentikan setelah 16 jam berlangsung.

Kerugian di wilayah pusat ekonomi budaya tersebut mencapai jutaan dolar. Hal tersebut juga dipicu oleh lumpuhnya fasilitas secara total. Banyak korban tewas dan kehilangan tempat tinggalnya.

Darurat militer, gubernur Oklahoma langsung mengirimkan ganda nasional untuk membantu memadamkan api yang membakar wilayah Greenwood. Pada awal abad 21, kejadian ini mulai diungkap dan diteliti lebih dalam lagi. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan kuburan massal oleh pemerintah Kota Tulsa. Mereka berharap dengan ditelitinya kejadian ini, para korban akan mendapatkan penghormatan yang layak.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.