Musim Dingin Gak Cuma Buat yang Kuat, Tapi Buat yang Berani
Buat sebagian orang, musim dingin terdengar romantis. Apalagi buat yang waktu kecil tontonannya serial Home Alone. Salju turun perlahan, minum coklat panas sambil duduk dekat jendela, atau jalan-jalan di kota yang lampunya redup dan tenang. Tapi buat sebagian lainnya, mungkin termasuk kamu, musim dingin adalah momok. Bukan karena gak suka salju, tapi karena tubuh ini memang gak tahan dingin. Baru masuk ruang ber-AC aja udah menggigil, gimana kalau harus jalan di suhu 0 derajat?
Dan dari situ muncul banyak pertanyaan yang bikin was-was: “Kalau aku ke negara yang dingin, sakit gak ya?” “Nanti aku malah gak bisa nikmatin apa-apa karena sibuk kedinginan.” “Kalau gitu, bakalan nyusahin orang-orang?” “Wah kalau solo travelling apa gak tersiksa sendirian di penginapan?” Ketakutan itu valid. Serius. Gak lebay dan gak salah. Banyak orang yang akhirnya menunda atau bahkan batal pergi ke luar negeri karena takut gak kuat cuacanya.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, masa iya kita kalah sama cuaca? Kita bisa aja gak kuat dingin sekarang, tetapi tubuh kita sebagai manusia bisa beradaptasi lebih cepat dari yang kita bayangkan. Dan gak semua orang yang tinggal di daerah dingin itu bisa “tahan banting” dari lahir. Mereka terbiasa karena rutin dan akhirnya tahu cara ngakalinnya.
Kalau kamu tipe yang langsung masuk angin kalau kena angin malam, bukan berarti kamu gak bisa survive di tengah salju. Mungkin kamu butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri. Mungkin kamu butuh satu hari pertama buat ngerasa "Ya ampun dingin banget ini sumpah," sambil meringkuk di bawah selimut. Tapi setelah itu? Kamu mulai nemuin ritmenya. Kamu tahu harus minum air hangat terus. Kamu tahu sepatu mana yang bikin kaki tetap anget. Kamu mulai bisa jalan-jalan tanpa tangan masuk kantong terus. Dan yang paling penting: kamu jadi sadar kalau ternyata kamu lebih kuat dari yang kamu banyangin.
Perjalanan ke negara dingin bukan cuma soal lihat salju dan foto-foto cantik. Buat orang yang gak kuat dingin, itu bisa jadi bentuk kecil dari keberanian: menghadapi hal yang gak nyaman, tapi tetap maju karena kamu gak mau hidup kamu dibatasi rasa takut. Dan setelah kamu lewatin itu semua, kamu bakal pulang bawa cerita yang lebih dari sekadar liburan. Kamu bakal bangga karena kamu udah berhasil.
Jadi, kalau kamu masih ragu buat pergi karena takut dingin, ingat aja satu hal: kamu gak sendirian. Banyak orang punya ketakutan yang sama. Tapi banyak juga yang akhirnya sadar, dingin itu bukan akhir dari segalanya. Kadang, justru dari situ kamu bisa ngerasain hangatnya hal-hal kecil—dari secangkir teh, jaket yang dibagiin temen, sampai keberanian yang tumbuh pelan-pelan dalam dirimu sendiri.
Jadi sekarang pertanyaannya: dinginnya yang serem, atau kamu yang belum cukup nekat?
Coba pikirin lagi. Jangan cuma jadi penonton orang lain yang berani. Karena siapa tahu, salju pertama kamu nanti justru jadi momen paling hangat dalam hidupmu, uhuyyy! ^3^